Thursday, September 21, 2017

Study Tur Kelas SMP 9 Bagian 2

Inilah study tur ika pada hari kedua, yuk simak untuk adik adikku kelas SMP 1, 2, 3

BAHASA JAWA

  • Tulisen 10 ukara kahanan sing kaweruhi ing wahana taman zaman jurasik, komplek museum IPTEK nganggo basa krama !!


TAMAN ZAMAN JURASIK

Ing taman zaman jurasik wonten komodo lan dinasaurus damelan manungsa. Komodo lan dinasaurus wau saged pamindhahan lan saged nyuwanten. Dinasaurus wau ageng uga suwantenipun kados sejatos. Komodo dipunpanggenan dipuninggili sela agung. Dipun ngandhap komodo enten lampu. Saben dinasaurus lan komodo enten pamertelanipun. Ing ngrika uga wonten taneman zaman jurasik. Taneman ing taman zaman jurasik kathah. Ing ngrika taman zaman dipunsukani pager kajengipun mboten enten ingkang mlebet. Ing ngrika kathah tiyang ingkang poto dipunjawi pager.


AGAMA ISLAM
  • Membiasakan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal

MAKANAN DAN MINUMAN HALAL

A.   Makanan yang Halal


Makanan yang halal ialah makanan yang dibolehkan untuk dimakan menurut ketentuan syari’at Islam. segala sesuatu baik berupa tumbuhan, buah-buahan ataupun binatang pada dasarnya adalah hahal dimakan, kecuali apabila ada nash Al-Quran atau Al-Hadits yang menghatamkannya. Ada kemungkinan sesuatu itu menjadi haram karena memberi mengandung mudharat atau bahaya bagi kehidupan manusia.
Allah berfirman:

يَاأَيُّهَاالنَّاسُكُلُواْمِمَّافِيالأَرْضِحَلاَلاًطَيِّباًوَلاَتَتَّبِعُواْخُطُوَاتِالشَّيْطَانِإِنَّهُلَكُمْعَدُوٌّمُّبِين﴿۱٦٨﴾

Artinya:
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah [2]: 168).

Dari dua ayat di atas maka jelaslah bahwa makanan yang dimakan oleh seorang Muslm hendaknya memenuhi 2 syarat, yaitu:
  • Halal, artinya diperbolehkan untk dimakan dan tidak dilarang oleh hukum syara’
  • Baik, artinya makanan itu bergizi dan bermanfaat untuk kesehatan.

Dengan demikian “halal” itu ditinjau dari Islam sedangkan “baik” ditinjau dari ilmu kesehatan.
Dalam Islam, halalnya suatu makanan harus meliputi tiga hal, yaitu:
  • Halal karena dzatnya. Artinya, enda itu memang tidak dilarang oleh hukum syara’, seperti nasi, susu, telor, dan lain-lain.
  • Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya tidak sesuatu dengan hukum syara’ maka menjadi haramlah ia. Sebagaimana, mencuri, menipu, dan lain-lain.
  • Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam maka dagingnya menjadi haram.

Ketentuan-ketentuan makanan yang halal dan yang haram telah dijelaskan oleh Rasulullah melalui sabdanya, yang artinya:

Rasulullah SAW ditanya tentang minyak sanin, keju dan kulit binatang yang dipergunakan untuk perhiasan atau tempat duduk. Rasulullah SAW bersabda: Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah halal dan apa yang diharamkan Allah di dalam Kitab-Nya adalah haram, dan apa yang didiamkan (tidak diterangkan), maka barang itu termasuk yang dimaafkan”. (HR. Ibnu Majah dan Turmudzi).

Berdasarkan firman Allah dan hadits Nabi SAW, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis makanan yang halal ialah:
  • Semua makanan yang baik, tidak kotor dan tidak menjijikan.
  • Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
  • Semua makanan yang tidak memberi mudharat, tidak membahayakan kesehatan jasmani dan tidak merusak akal, moral, dan aqidah.

B.    MINUMAN YANG HALAL

Minuman yang halal ialah minuman yang boleh diminum menuerut syari’at Islam. Adapun minuman yang halal pada haris besarnya dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
  • Semua jenis air atau cairan yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia baik membahayakan dari segi jasmani, akal, jiwa maupun aqidah.
  • Air atau cairan yang tidak memabukkan walaupun sebelumnya telah memabukkan seperti arak yang telah berubah menjadi cuka.
  • Air atau ciran itu bukan berupa benda najis atau benda suci yang terkena najis (mutanajis).
  • Air atau cairan yang suci itu didaatkan dengan cara-cara yang halal yang tidak bertentangan dengan ajaran Agama Islam.

C.    Manfaat mengonsumsi makanan dan minuman yang halal

Seseorang yang sudah terbiasa mengonsmsi makanan dan minuman yang halal, maka dirinya akan emmperoleh manfaat, di antaranya adalah:
  • Terjaga kesehatnnya sehingga dapat mempertahankan hidupnya sampai denan batas yang ditetapkan Allah Swt
  • Mendapat ridha Allah Swt karena memilih jenis makanan dan minuman yang halal
  • Memiliki akhlaqul karimah karena telah menaati perintah Allah Swt sekaligus terhindar dari akhlak madzmumah (tercela)
SENI BUDAYA ANGKLUNG

  • Bahan alat musik angklung

Alat musik ini terbuat dari bambu , alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.
Cara pembuatan :
       1. pemilihan bambu yang baik 

usia bambu minim 4 tahun dan maksimal 6 tahun,di potong pada musim kemarau pukul 09-03
sore,pemilihan ukuran 2-3 jengkal jari dari permuka’an tanah , setelah itu di simpan sekitar 1 minggu untuk memastikan benar’’ tidak ber air .
setetlah satu minggu bambu di potong’’ dengan berbagai ukuran .lalu di simpan selama ± 1 tahunan .
car penyimpanan yang baik adalah dengan merendamnya di genangan lumpur ,atau di asapi ,dan dengan prosedur tertentu (di beri cairan kimia tertentu )untuk mencegah nya dari hama .

       2. bagian’’ bambu yang di gunakan 

a. tabung suara , ini adalah bagian terpenting yang mengahasilkan intonasi  
b. kerangka tabung ,ini untuk bagian berdirinya bambu .
c. dasar , berfungsi sebagai kerangka tabung suara

       3. proses penyeteman

- proses penyeteman , ini adalah meniup bagian bawah tabung dan
menyakan suara ke tuner.

- proses utama penyeteman, dalam proses in di gunakan untuk meninggikan dan menurunkan nada dengan menyembunyikannya

- memotong sedikit bagian atas bambu untuk meninggikan nada dan menyerutnya untuk merendahkan nadanya .

-cara menggunakan alat tuner ,kita memperhatikan lampu sebelah kanan
maupun kirinya ,dan juga jarum penunjuk .
       4. akhiran pembuatan .
Setelah selasai menyetel nada tabung harus diletakkan dan di ikat dengan tali rotan .
  • Teknik memainkan

1. Anda harus mengatur posisi angklung. Posisi angklung yang benar adalah tabung yang tinggi berada pada bagian kanan anda, sedangkan tabung yang kecil berada pada bagian kiri anda. Posisi angklung harus lurus dan tidak boleh miring.

2. Setelah posisi angklung tepat, selanjutnya atur posisi tangan anda. tangan kiri anda memegang angklung tepat dibagian simpul atas angklung, sedangkan tangan kanan angklung memegang angklung pad bagian bawahnya. Tangan kiri anda dapat mengenggam ke arah atas atau ke arah bawah. Usahakan kedua tangan anda tetap lurus.

3. Tangan kanan anda bertugas untuk menggetarkan angklung, sedangkan tangan kiri anda hanya memegang angklung saja tanpa menggetarkannya. Gerakkan tangan kanan anda dari arah kanan ke kiri, lakukan gerakan getaran dengan cepat dari pergelangan tangan kanan anda.

4. Apabila anda memegang lebih dari satu angklung. Pastikan angklung yang berukuran besar anda letakkan lebih dekat dengan badan anda. Jika ukuran angklungnya lumayan besar, anda bisa memasukkan angklung ke dalam lengan anda agar lebih mudah untuk dimainkan.

Namun jika ukuran angklungnya kecil, anda cukup memegangnya saja dan berikan jarak antara kedua angklung agar kedua angklung tidak saling bersinggungan ketika dimainkan.
Setelah anda memahami teknik memegang dan menggetarkan angklung. Anda dapat memahami langkah-langkah memainkan angklung.
  • Tangga Nada yang di gunakan

Teori Dasar Diatonis atau Diatonik biasa dikenal dengan nada-nada sebagai berikut: do, re, mi, fa, sol, la, si, do, atua jika menggunakan angka maka akan menjadi 1,2,3,4,5,6,7 Skala diatonik disusun oleh delapan not dalam satu inteval tertentu atau 8 nada dasar biasa disebut dengan kumpulan nada satu oktaf.

Lagu-lagu yang di sajikan
  • Bungong jumpa                       (Nangroe Aceh Darussalam)
  • Tulo                                          (Sumatera Utara)
  • Jali – jali                                  (Jakarta)
  • Poco – poco                 (Sulawesi Utara)
  • Angin Mamiri              (Sulawesi Selatan)
  • Dange                           (Bali)
  • Yamko Rambe Yamko(Papua)

Bahasa yang di gunakan
  • Bahasa Sunda

Tema lagunya
  • Senang dan ceria

Contoh Study Tur Lingkungan Untuk Kelas 3 SMP

Study Tur Lingkungan Untuk Kelas 3 SMP IX

Halo nama saya Ika, saya anak pertama dari 2 bersaudara, semua yang saya tulis ini asli buatan saya sendiri, mungkin bisa bermanfaat buat temen-temen yang dalam keadaan atau sedang bingung saat melakukan study tur, baik simak ya.

A. Ruang Lingkup

Karya tulis ini di susun berdasarkan pada Study Lingkungan yang telah di laksanakan di beberapa obyek wisata di Jakarta dan Bnadung yaitu :
  • Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
  • Museum PP IPTEK TMII
  • DuniaFantasi (DUFAN)
  • Museum Geologi
  • SaungAngklungUdjo
  • Cibaduyut Shopping Center


B. Metode

Metode yang di gunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah:
  • MetodePengamatan

Yaitu dengan melihat langsung obyek yang di kunjungi atau teliti.
  • MetodeWawancara

Yaitu cara untuk mendapatkan data dengan tanya jawab.

C. Manfaat

Dalam penyusunan karya tulis ini tentu banyak manfaat yang dapat kita petik yaitu:
  • Dapat mengaplikasikan pemahaman dan penerapan IPTEK dengan baik.
  • Dapat membuat diri lebih pandai percaya diri,yakin akan keinginannya.


D.Sistematika

Bagian ini menguraikan sistematika penulisan karya tulis SMP Negeri 34 Semarang.Sistematika Laporan Study Lingkungan sebagai berikut :

BAB I(Pendahuluan) terdiri dari : Matematika (keliling dan luas benda yang berbentuk lingkaran yang berada di Museun IPTEK), Bahasa Indonesia (Karangandeskripsi), BahasaInggris (Dunia Fantasi), Ips (Macam-macambatuan yang berada di Museum Geologi),Bahasa Jawa (Taman Zurasik IPTEK),Pendidikan agama islam (Membedakan makanan yang halal dan haram).

BAB II

MATEMATIKA
  • keliling dan luas benda yang berbentuk lingkaran
1. Lubang untuk kepala



d =35
KO       = πd
                        =22/7×35
                        =22 × 5
                        =110 c

LO       =1/4 πd^2
             =1/4 × 22/7 × 35 × 35
             =1/4 ×  22 × 5 × 35
             =3850/4 = 962,5 cm
2. Cermin



d =28
KO       =πd
            =22/7 × 28
            =22 × 4
            =88 cm

LO       =1/4 πd^2
            =1/4 × 22/7 × 28 ×28
            =22 × 28
            =616 cm

BAHASA INDONESIA
  • Membuat cerita laporan perjalanan dengan salah satu obyek



Pada hari rabu 3 februari 2016, kami mengunjungi SAUNG ANGKLUNG UDJO yang terletak di Bandung. Sesampainya disana kami masuk dan dibagikan tiket berbentuk gantungan angklung yang digunakan sebagai kalung. Selain tiket, kami juga diberi sinopsis, dimana sinopsis itu dapat ditukar dengan ES KRIM.

Kemudian pada jam 13.00 kami disuguhi dengan pertunjukan angklung. Saya dan teman-teman saya memilih tempat duduk ditengah. Awalnya kami bosan dan mengantuk pada saat pertunjukan dimulai lama kelamaan kami merasa terhibur.

Disaat pertunjukan akan diakhiri kami diajak bermain angklung bersama. Disana saya mendapat angklung nomer 2. Kami bermain anklung bersama-sama dengan berbagai lagu. Sebenarnya saya belum merasa puas bermain angklung bersama, tetapi angklung harus dikumpulkan.

Setelah bermain angklung bersama bernyanyi dan bersalamanuntuk perpisahan. Banyak teman-teman dan guru yang diajak oleh para pemain pertunjukan untuk maju kepanggung untuk bermain dan bernyanyi dengan berbagai lagu.

Setelah pertungjukan selesai, kami menuju keparkiran bis dan memasuki bis masing-masing . setelah semua masuk ke bis masing-masing, kami meninggalkan saung anklung udjo.

BAHASA INGGRIS
  • Create a recount text

GOING TO DUFAN

At 14:30 we got dufan. Then we got off the bus each for leading to the division of the ticket.
After taking my ticket along with sona, alya, erma, farah, and others seeking rides we had agreed.
The first rides, we entered the palace doll rides. Me and my friends are in the same boat. There we saw a wide variety of dolls and escorted by-strains of music from the entrance to the exit.
The second rides, we enter the home side. This house from the outside was not so lopsided, but once we got over time more and more skewed. Because of the way we felt dizzy slant. and finally we were able to get out of the vehicle for the home side.

Third rides, ignorant of our home. In this house there was only that much glass and shaped like a maze. There, we were puzzled to find a way out, because many roads are clogged. While we continue to try and run, finally had, we could get out of the house ignorant.

The fourth rides, Niagara gara. in this vehicle we are many scattered, because in one boat there are only five people. Boat I have two other diners, I, farah, and saam. I sit in the middle. When the boat is running, initially slowly so we can enjoy a boat trip. While the boat ride to vibrate, when the boat sped down very quickly until I shouted loudly while close the eyes. When to below, the boat as if on the brake and the water was soaked us.

Fifth rides, alap alap. In this vehicle we ride the mini train is quite long, and I sat together rezqiqi. Initially the chariot rate slowly, then up and down quickly and instantly turn, the turn is very sharp so I'm afraid of falling. While already stopped, I went down and ran out, because my body shiver.
Sixth rides, carousel. These rides such as merry-go-round rides rides imaginable in Semarang.
After we played our games live pictures taken in front and went straight to the bus parking lot. Then enter the bus respectively and left Dufan at 17:56.

IPS
  • Tuliskan jenis-jenis batuan

BATU-BATUAN DI MUSEUM GEOLOGI





  
IPA
  • Hitunglah jumlah bayangan yang dibentuk oleh dua cermin datar yang membentuk sudut 60° dan 90°.

1. Cermin datar sudut 60°.

 
n          =360/a- 1
             =360/60 – 1  = 5

2.cermin datar sudut 90°.


n          =360/a- 1
             =360/90 – 1
              = 3

Selanjutnya Bagian Dua

Cara Efektif Budidaya Jamur Tiram 100% Sukses

Teknik Dan Cara Budidaya Jamur Tiram

Jika anda berniat usaha untuk budidaya jamur tiram maka perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Sebelum melakukan penanaman, hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus sudah tersedia, diantaranya rumah kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang dapat dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaat peralatan dapur.

Untuk mengoptimalkan hasil dalam usaha budidaya jamur tiram di dataran rendah dapat dilakukan dengan modifikasi terhadap bahan media dan takarannya, yakni dengan menambah atau mengurangi takaran tiap-tiap bahan dari standar umumnya. Dalam usaha skala kecil, eksperimen dalam menentukan takaran bahan media merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh takaran yang pas. Hal ini mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga saat ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing.
Sebagai media tumbuh jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi jamur. Kayu yang digunakan sebaiknya kayu keras karena serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram.  Hal ini karena kayu keras banyak mengandung selulosa yang dibutuhkan oleh jamur. Jenis-jenis kayu keras yang bisa digunakan sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Untuk mendapatkan serbuk kayu pembudidaya harus memperolehnya ditempat penggergajian kayu. Sebelum digunakan sebagai media biasanya sebuk kayu harus dikompos terlebih dahulu agar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk kayu dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pengomposan berlangsung dengan baik jika terjadi kenaikan suhu sekitar 50°C.

Alternatif bahan yang bisa digunakan untuk mengganti serbuk kayu adalah berbagai macam ampas, misal ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, dan ampas teh. Namun, berdasarkan pengalaman petani jamur tiram di dataran rendah, media yang baik untuk digunakan tetap serbuk gergaji kayu.
Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Sebelum membeli dedak dan tepung jagung, sebaiknya pastikan dahulu bahan-bahan tersebut masih baru. Jika memakai bahan yang sudah lama dikhawatirkan sudah terjadi fermentasi yang dapat berakibat pada tumbuhnya jenis jamur yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun teung jagung memberikan kualitas hasil jamur yang sama karena kandungan nutrisi kedua bahan tersebut mirip. Namun, penggunaan dedak dianggap lebih efisien karena bisa memangkas biaya dan cenderung mudah dicari karena banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) berfungsi sebagai sumber mineral dan pengatur pH. Kandungan Ca dalam kapur dapat menetralisir asam yang dikeluarkan meselium jamur yang juga bisa menyebabkan pH media menjadi rendah.
Wadah yang digunakan untuk meletakkan campuran media adalah kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Adapun komposisi media semai adalah serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman bibit jamur, yaitu sterilisasi bahan dan sterilisasi baglog.

Sterilisasi Bahan
Sebelum dicampur dengan media lain, serbu kayu dan dedak disterilisasi terlebih dahulu menggunakan oven selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat C. Dengan sterilisasi tersebut selain mengurangi mikroorganisme penyebab kontaminsasi juga menguranngi kadar air pada serbuk gergaji kayu. Dengan demikian, media menjadi lebih kering. Kedua bahan tersebut kemmudian dicampur dan diberi air sekitar 50—60% hingga adonan menjadi kalis dan bisa dikepal. Air berfungsi dalam penyerapan nutrisi oleh miselium. Air yang digunakan harus air bersih untuk mengurangi resiko kontaminasi organisme lain dalam media. Dalam memasukkan media ke dalam plastik, media harus benar-benar padar agar jamur yang dihasilkan bisa banyak. Jadi pastikan bahwa bahan-bahan telah cukup padat di dalam plastik dengan cara menekan—nekan adonan hingga benar-benar padat, kemudian bagian atas kantong dipasang cincin paralon dan selanjutnya kantong plastik ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet.

Sterilisasi Baglog
Sterilisasi baglog dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, dapat menggunakan drum dengan kapasitas besar atau mampu menampung sekitar 50 baglog dan dipanasi di atas kompor minyak atau dapat juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya.
Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

Penanaman dan pemeliharaan jamur tiram
Salah satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kebersihan dalam melakukan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini karena kebersihan adalah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang digunakan untuk menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api lilin. Selain itu, selama melakukan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.
Dalam budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan adalah menjaga suhu dan kelembaban ruang agar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih kering, panas, atau berangin, tentu akan mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa membuat tubuh jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh karena itu, atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung agar jamur tidak cepat layu dan mati. Pengaturan sirkulasi dapat dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi dapat dibuka semua ketika angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting adalah jangan sampai jamur kekurangan udara segar.

Pengendalian hama penyakit pada budidaya jamur tiram
Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan perawatan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang jamur tiram. Hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan maupun jamur itu sendiri. Sehingga antara tempat budidaya yang satu dan yang lain, serangan hama penyakit kemungkinan dapat berbeda-beda.

Hama penyakit jamur tiram
  • Ulat
Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tida bersih.
Hama ulat muncul ketika kelembaban udara berlebihan. Oleh sebab itu, hama ulat sering dijumpai ketika musim hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini adalah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya dengan membuka lubang sirkulasi dan untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.
Pangkal jamur yang tertinggal di baglog saat pemanenan dapat menimbulkan binatang kecil seperti kepik. Kepik inilah yang menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara jamur yang tidak terpanen kemungkinan terjadi karena jamur tidak muncul keluar sehingga luput saat pemanenan dan menjadi busuk. Hal ini menyebabkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melakukan pemanenan baglog telah dipastikan kebersihannya sehingga tidak ada pangkal atau batang dan jamur yang tidak terpanen.
Ulat bisa saja muncul karena rumah kumbung ataupun sekitar kumbung tidak berseih. Misalnya adanya kandang ternak atau tanaman di sekitar rumah kumbung.
Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melakukan penyemprotan formalin.

  • Semut, Laba-laba, dan Kleket (sejenis moluska)
Secara mekanis hama semut dan laba-laba dapat diatasi dengan membongkar sarangnya dan menyiramnya dengan minyak tanah. Sedangkan secara kemis hama tersebut dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Cara ini merupakan cara terakhir dan usahakan untuk menghindari penggunaan insektisida jika serangan tidak parah karena produk jamur merupakan produk organik. Keuntungan jika pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara mekanis antara lain, dapat memangkas biaya selama perawatan dan juga ramah lingkungan. Sementara itu hama kleket kerap dijumpai pada mulut baglog. Untuk mengendalikannya juga dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mengambilnya dengan tangan.

  • Tumbuhnya cendawan atau jamur lain
Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram adalah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut mengakibatkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini dapat disebabkan karena lingkungan dan peralatan saat pembuatan media penanaman kurang bersih atau karena lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur agar tidak berlebihan. Penyakit ini dapat menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terserang maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.

  • Tangkai Memanjang
Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan tubuh jamur kecil tidak dapat berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan karena kelebihan CO2 akibat ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terserang penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.

Panen dan pasca panen
Pemanenan merupakan kegiatan budidaya yang selalu dinantikan oleh pelaku usaha. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka penanaman selama panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik.

Jamur tiram termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram dapat dilakukan dalam jangka waktu 4o hari setelah pembibitan atau setelah tubuh buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 minggu setelah tubuh buah terbentuk. Perkembangan tubuh buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya bagian tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen adalah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak mudah rusak jika dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, misalnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.

Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram
Penanganan yang dilakukan usai pemanenan jamur tiram bertujuan untuk menciptakan hasil akhir yang berkualitas sehingga sesuai dengan permintaan pasar. Berikut beberapa tahapan agar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.

Penyortiran
Jamur yang telah dipanen harus segera dicuci dengan air bersih, kemudian bagian tubuh buahnya dipisahkan deri pangkalnya. Proses pencucian dan pemisahan ini penting untuk dilakukan karena bila selama proses budidaya petani menggunakan pestisida, biasaya racun pestisida akan mengendap pada bagian pangkal dan masih memungkinkan terdapat residu yang tertinggal pada tubuh buah. Setelah diyakini kebersihannya, proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan jamur tiram berdasarkan bentuk dan ukurannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang seragam sehingga akan menarik minat konsumen saat dipasarkan.

Penulis : Ika Khoirunnisa

Tuesday, August 29, 2017

Sejarah Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara - IPS Sejarah

PengertianPancasila

      Istilah Pancasila sebenarnya berasal dari bahasa sansekerta yang mempunyai arti   secara leksial. Panca berarti lima, sila berarti batu sendi, alas, atau dasar. Jadi, secara etimologis Pancasila berarti berbatu sendi lima, sedangkan secara harfiah Pancasila berarti dasar yang mempunyai lima unsur.


Arti Pancasila menurut Falsafah Negara Indonesia mempunyai arti sebagai lima dasar Negara Indonesia. Pancaslia adalah pandangan hidup bangsa serta Dasar Negara Indonesia, Pancasila merupakan sumber kejiwaan mesyarakat Indonesia. Pancasila dibuat dengan hasil kesepakatan bersama oleh para pendiri banga ynag sering disebut dengan Perjanjian Luhur bangsa Indonesia.

Pancasila jika ditinjau dari segi Kausalitas Aristotelas bias dijelaskan sebagai berikut :

  • Kausa Materialis   : Sebab-sebab yang berhubungan dengan materi atau bahan, pada hal ini Pancasila dapat digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam Negara Indonesia sendiri.

  • Kausa Formalis    :  Sebab yang berhubungan dengan Pancasila yang tercantum  dalam preambule UUD 1945 dan telah memenuhi syarat  formal.

  • Kausa Efisiensi     :  Kegiatan PPKI dan BPUPKI dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar Negara.

  • Kausa Finalis        :   Kausa ini berhubungan dengan tujuan diusulkannya Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia.


TerbentuknyaBPUPKI (Dokuritzu Djunbi Tyosakai)

Pada tanggal 1 Maret 1945, letnan Jendral Kumakici Harada mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Idonesia atau sering disebut BPUPKI. Tujuan pembentukan BPUPKI adalah untuk menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan kemerdekaan Republik Indonesia. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat diangkat menjadi ketua pada tanggal 29 April 1945. Upacara peresmian BPUPKI dilaksanakan digedung Cuo Sangi In pada tanggal 28 Mei 1945, pada saat itu dikibarkan bendera Jepang oleh Mr.A.G Pringgodigdo dan disusul oleh bendera Indonesia yang dikibarkan oleh  Toyohiko Masuda. Peristiwa ini telah membangkitkan para anggota dalam usaha persiapan kemerdekaan RI.

 Sidang BPUKI yang pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Siding ini membahas tentang dasar Negara Indonesia. Terdapat tiga tokoh yang mengemukakan dasar Negara dalam siding tersebut, yaitu Mr. Moh. Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, serta Ir.  Soekarno. Ada tiga usulan dasar Negara yaitu :


1.       Mr. Moh. Yamin (29 Mei 1945)

 Lima dasar yang disampaikan oleh Moh. Yamin baik secara lisan maupun tertulis.
Secara lisan, beliau mengemukakan sebagai berikut :
1)      Perikebangsaan
2)      Perikemanusiaan
3)      Periketuhaan
4)      Perikerakyatan
5)      Kesehjahteraan Rakyat
Secara tertulis, beliau mengemukakan sebagai berikut :
1)      Tuhan Yang Maha Esa
2)      Kebangsaan Persatuan Indonesia
3)      Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Bradab
4)      Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Permusyawaratan / Perwakilan
5)      Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia


2.       Mr. Soepomo (31 Mei 1945)

               Mr. Soepomo mengusulkan lima dasar Negara sebagai berikut :
1)      Paham Negara Persatuan
2)      Perhubungan Negara dan Agama
3)      Sistem dan Permusyawaratan
4)      Sosialisme Negara
5)      Hubungan Antar Bangsa

3.       Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
   
   Usulan yang disampaikan Ir. Soekarno Sebagai Berikut :
1)   Kebangsaan Indonesia
2)   Internasionalime atau Perikemanusiaan
3)   Mufakat atau Demokrasi
4)   Kesejahteraan Sosial
5)   Ketuhanan yang Berkebudayaan
Pada saat itu, Ir. Soekaro menyebutkan kelima usulan tersebut dengan sebutan pancasila.

Sekian info dari saya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Monday, August 28, 2017

Materi IPS Kelas SMP Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam Indonesia


  • Letak Astronomis
                 Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95° BT - 141° BT dan 6° LU - 11° LS. Dengan letak astronomis tersebut, Indonesia termasuk kedalam wilayah tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5° LU dan 23,5° LS.


  • Letak Geografis
                 Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak disebelah utara Indonesia dan benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Samudra yang mengait Indonesia adalah Samudra Pasifik yang ada di sebelah timur Idonesia dan Samudra hindia di sebelah barat Indonesia.
                 Wilayah Indonesia berbatasan dengan sejumlah wilayah. Batas-batas wilayah Indonesia dengan wilayah lainya adalah sebagai berikut :  
·         Sebelah Utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina, dan laut China Selatan.
·         Sebalah Selatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia.
·         Sebelah Barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia.
·         Sebelah Timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.


B.   Keadaan Alam Indonesia

          1.    Keadaan Iklim Indonesia
                                 Indonesia beriklim tropis dengan suhu udara yang tinggi sepanjang tahun dengan rata-rata 18° C, yakni sekitar 27° C.
Seara Umum, keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yakni iklim musim, iklim laut, dan iklim panas.
Berikut rincian tentang ketiga iklim tersebut :

  • ·         Iklim musim
Iklim ini dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap periode dalam waktu tertentu, biasanya satu periobe membutuhkan waktu enam bulan.

  • ·         Iklim laut
Terjadi karena Indonesia memiliki wilayah lautyang luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan.

  • ·         Iklim panas
Terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis. Keadaan cuaca di Indonesia mengakibatkan ndonesia beriklim panas. Iklim ini mengakibatkan banyak hujan yang disebut Hujan Naik Tropika.


Sekian info dari saya, semoga bermanfaat untuk kalian semua.
Sumber :  rpp-smp.blogspot.co.id


Sunday, August 27, 2017

IPS Sejarah kelas SMP Pola Pemukiman Penduduk

Pada masa sekarang, dalam menentukan suatu tempat sebagai pemukiman sangat ditentukan oleh keadaan tempatnya. Selain itu, dapat memberikan kemungkinan bagi penduduk untuk hidup sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Makin besar peluang untuk dapat hidup di suatu tempat, makin besar pula jumlah penduduk yang akan bermukim. Faktor-faktor pendukung suatu tempat dipilih sebagai wilayah pemukiman adalah potensi sumber daya alam dan bentuk muka bumi.


Pada awalnya, yang menentukan suatu tempat dijadikan sebagai pemukiman adalah sumber-sumber kehidupan, seperti mata air dan jaringan jalan. Sumber-sumber kehidupan ini memengaruhi pola pemukiman penduduk, seperti mengikuti alur sungai, jalan, dan pantai. Faktor-faktor itu memengaruhi pola pemukiman penduduk di suatu wilayah.

1.  Pola Memanjang
Pola memanjang merupakan pola pemukiman penduduk memanjang mengikuti suatu bentukan tertentu. Misalnya, jalan, sungai, pantai, dan rel kereta api. Pada pola memanjang, pemukiman atau rumahrumah penduduk terdiri dari satu baris mengikuti jalan, sungai, atau rel kereta api. Pemukiman yang mengikuti jalan banyak ditemukan di daerah pedesaan, sedangkan pemukiman yang mengikuti sungai banyak ditemukan di Kalimantan. Di Jawa banyak ditemui pemukiman yang mengikuti rel kereta api.
2. Pola Memusat
Pola memusat merupakan pemukiman penduduk memusat dan tempat usahanya di luar pemukiman. Pola ini banyak ditemukan di daerah pertanian. Wilayah pemukiman berada di pusat wilayah pertanian atau tempat usaha, sedangkan tempat usaha di luar pemukiman.
3. Pola Mengelompok
Pola mengelompok merupakan pemukiman penduduk mengelompok di suatu tempat. Tempat usahanya ada yang menyebar atau mengelompok di suatu tempat di luar pemukiman penduduk. Pola ini banyak ditemukan di daerah transmigrasi.
4. Pola Menyebar
Pola menyebar merupakan pemukiman penduduk menyebar dengan tempat usaha menyebar di luar pemukiman penduduk. Pola ini banyak ditemukan di daerah pertanian atau pedalaman.
Pola di atas banyak dijumpai di daerah pedesaan, sedangkan di daerah perkotaan dijumpai pola konsentris, pola sektoral, dan pola pusat kegiatan ganda.

Baca selengkapnya tentang pola konsentris, pola sektoral dan pola pusat kegiatan ganda di sini.

Pola Konsentris : Merupakan suatu daerah pemukiman penduduk yang wilayahnya berkembang ke arah luar dan akhirnya menjadi satu kota. Cirinya adalah tempat awal perkembangan kota menjadi pusat segala kegiatan. Sebaliknya, bagian luar menjadi daerah pendukung yang berlapis-lapis.

Pola Sektoral : Suatu kota terdiri dari berbagai sektor dan berkembang sesua dengan potensinya masing-masing. Tiap sektor mempunyai pusat kegiatan tersendiri sehingga dalam suatu kota terdapat beberapa pusat kegiatan penduduk.


Pola Pusat Kegiatan Ganda : Suatu kota mempunyai bagian-bagian dengan pusat kegiatan yang berbeda. Setiap pusat kegiatan tumbuh sendiri-sendiri tanpa ada pengaruh dari tiap pusat kegiatan lainnya.

Sunday, July 9, 2017

Bentuk-bentuk Perlawanan Rakyat dan Pergerakan Kebangsaan Melalui MIAI, Gerakan Bawah Tanah, Perjuangan Bersenjata

Bentuk-bentuk Perlawanan Rakyat dan Pergerakan Kebangsaan Melalui MIAI

Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan Jepang


Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
  • Pemimpinnya Empat Serangkai: Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.
  • Tujuan Jepang bentuk PUTERA adlh agar kaum nasionalis & intelektual menyumbangkan tenaga & pikiran utk Jepang.
  • PUTERA justru membela rakyat, mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti kolonialisme, & imperialisme.
  • April 1944 dibubarkan Jepang.

Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
  • Bagian dari Jawa Hokokai, dipimp. Ir Soekarno.Sbg penyalur aspirasi nasionalisme dan perkuat pertahanan pemuda.

Memanfaatkan Chuo Sang In (Badan Penasihat Pusat)
  • Dibentuk 5 Sept 1943. Ketuanya Ir. Soekarno (23 Jepang & 20 Indonesia).
  • Bertugas memberi nasihat atau pertimbangan kpd Seiko Sikhikan (pemimpin tertinggi militer Jepang di indonesia).

Perjuangan Melalui Organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
Berdiri 21 Sept 1937 di Surabaya oleh K.H. Mas Mansyur.
  • Okt 1943 dibubarkan Jepang krn kurang memuaskan pihak Jepang & diganti oleh MASYUMI (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)disahkan Gunseikan pada 22 Nov 1943.

Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
Gerakan Kelompok Sutan Syahrir
  • Pendukung demokrasi parlementer model Eropa Barat & menentang Jepang krn merupakan negara fasis.
  • Pengikutnya para pelajar Jakarta-Surabaya-Cirebon-Garut-Semarang.

Gerakan Kelompok Amir Syarifuddin
  • Kelompok ini anti fasis dan menolak kerja sama dgn Jepang.

Golongan Persatuan Mahasiswa
  • Beranggotakan mahasiswa Sekolah Kedokteran di Jl. Prapatan 10 & BAPERPI (Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia)di Cikini Raya 71. Tokohnya Supeno (ketua) dan Burhanuddin Harahap.

Kelompok Sukarni
  • Sangat berperan di proklamasi kemerdekaan, Tokohnya Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh, & Maruto Nitimiharjo.

Kelompok Pemuda Menteng 31
  • Beranggotakan kelompok Sukarni, ditambah Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, Khalid, Rasjidi, & Djamhari.
  • Bermarkas di Asrama Gedung Menteng 31 Jakarta, tempat menggerakkan semangat nasionalisme.

Golongan Kaigun
  • Bekerja pada AL Jepang.

Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di Jl. Bungur Besar No. 56 Jakarta atas usul Laks.Muda Maeda pada Oktober 1944. Pengurusnya Mr. Ahmad Soebardjo (Ketua) dibantu Wikana.
Gerakan-gerakan di atas melakukan kegiatan a.l. sbb:
  • Berkomunikasi dlm semangat nasionalisme.
  • Menyiapkan kekuatan utk kemerdekaan.
  • Mempropagandakan kemerdekaan.
  • Memantau Perang Pasifik.

Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata
  • Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan Rakyat

1) Cot Pleing: 10 Nov 1942 dipimp. Tengku Abd. Jalil.
2) Pontianak: 16 Okt 1943 Tokohnya Utin Patimah (Dayak).
3) Sukamanah, Singaparna, Jabar: 25 Feb 1944 dipimp. KH Zainal Mustapha krn tdk setuju dgn “Seikeirei”.
4) Cidempet, Lohbener, Indramayu: 30 Juli 1944 dipimp. H. Madriyas dkk.
5) Irian Jaya: Biak (1944) dipimp. L. Rumkoren, di Yapen Selatan dipimp. Nimrod & S. Papare, di Tanah Besar dipimp. Simson.
  • Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan PETA

1) Blitar (29 Feb 1945): dipimp. Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, & Dr. Ismail.
2) Meureudu, Aceh (Nov 1944): dipimp. Perwira Gyugun T. Hamid.
3) Gumilir, Cilacap (April 1945): dipimp. Bundanco (pemimpin regu) Kusaeri dkk.

Baca ini juga : Pengaruh Kebijakan Pendudukan Jepang Dan Bentuk Perlawanan Rakyat DiIndonesia